Makam Putri Tujuh



Situs makam ini terletak di kawasan PT Pertamina UP II Dumai dijalan putri tujuh, dan merupakan situs wisata sejarah yang baru di kota Dumai. kawasan makam ini termasuk ekslusif karena tidak sembarang masyarakat yang bisa masuk ke wilayah ini, harus mendapat izin yang ketat dari pihak security PT. Pertamina. Sehingga warga dumai pun merasa asing dengan keberadaan makam putri tujuh ini, seolah-olah situs ini milik PT Pertamina, bukan milik warga dumai sendiri. Begitu pula yang dialami oleh 15 finalis putri dumai sewaktu dalam tahap masa karantina ketika ingin berkunjung ke makam ini dilarang masuk oleh pihak security , hal ini tentunya membuat sebagian peserta kecewa dan mengomel karena dilarang masuk untuk melihat makam bersejarah tersebut.

Kisah Kematian Putri Tujuh



Pada suatu hari, ketujuh putri itu sedang mandi di lubuk Sarang Umai. Karena asyik berendam dan bersendau gurau, ketujuh putri itu tidak menyadari ada beberapa pasang mata yang sedang mengamati mereka, yang ternyata adalah Pangeran Empang Kuala dan para pengawalnya yang kebetulan lewat di daerah itu. Mereka mengamati ketujuh putri tersebut dari balik semak-semak. Secara diam-diam, sang Pangeran terpesona melihat kecantikan salah satu putri yang tak lain adalah Putri Mayang Sari. Karena itu, sang Pangeran berniat untuk meminangnya.

Beberapa hari kemudian, sang Pangeran mengirim utusan untuk meminang putri itu yang diketahuinya bernama Mayang Mengurai. Tapi pinangan tersebut ditolak karena sang putri bungsu mayang mengurai belum sepantasnya menikah dan melewati putri tertua yang pada saat itu belum menikah. Mengetahui pinangan Pangerannya ditolak, sang Raja pun naik pitam karena rasa malu yang amat sangat. Sang Pangeran tak lagi peduli dengan adat yang berlaku di negeri Seri Bunga Tanjung. Amarah yang menguasai hatinya tak bisa dikendalikan lagi. Sang Pangeran pun segera memerintahkan para panglima dan prajuritnya untuk menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Maka, pertempuran antara kedua kerajaan di pinggiran Selat Malaka itu tak dapat dielakkan lagi.

Di tengah berkecamuknya perang tersebut, Ratu Cik Sima segera melarikan ketujuh putrinya ke dalam hutan dan menyembunyikan mereka di dalam sebuah lubang yang beratapkan tanah dan terlindung oleh pepohonan. Tak lupa pula sang Ratu membekali ketujuh putrinya makanan yang cukup untuk tiga bulan. Setelah itu, sang Ratu kembali ke kerajaan untuk mengadakan perlawanan terhadap pasukan Pangeran Empang Kuala. Sudah 3 bulan berlalu, namun pertempuran antara kedua kerajaan itu tak kunjung usai.

Setelah memasuki bulan keempat, pasukan Ratu Cik Sima semakin terdesak dan tak berdaya. Akhirnya, Negeri Seri Bunga Tanjung dihancurkan, rakyatnya banyak yang tewas. Melihat negerinya hancur dan tak berdaya, Ratu Cik Sima segera meminta bantuan jin yang sedang bertapa di bukit Hulu Sungai Umai. dan beliaupun kembali ke lokasi tempat dia menyembunyikan ketujuh putrinya tersebut, dan alangkah terkejutnya ketika di tiba di gua tempat persembunyian tujuh putrinya telah tewas, dilokasi inilah ketujuh putrinya dimakamkan.

Posted by Erwansyah AR on 21.21. Filed under � . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

3 komentar for Makam Putri Tujuh

  1. loh kok situs itu tidak bisa bebas dimasuki...apakah pertamina boleh memiliki-nya karena putri tujuh ada hubungan keluarga dengan pertamina...seharusnya pemda setempat turun tangan mengatasinya...jangan membiarkannya :)

  2. Kenapa dihalang oleh PT Pertamina ? Bukankah makam itu harusnya milik umum ( warga Dumai ) ? Mudah-mudahan masaalah ini bisa selesai dengan aman. Terima kasih atas infonya.

Leave comment

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

TERPOPULER

Pengikut

2010 putridumai.blogspot.com. All Rights Reserved. - Designed by Putri Dumai